Sebagaimana yang diterangkan dalam sebuah pernyataan berikut ini :
"Keinginan ahli makrifat itu adalah memuji,sedang keinginan ahli zuhud itu adalah berdoa, kerena keinginan orang yang arif adalah untuk mendapatkan pahala Allah, sedang orang yang zuhud adalah kemanfaatan dirinya."
Orang yang arif menghabiskan hari-harinya untuk mengagungkan sifat-sifat Allah swt. Sedang orang yang zuhud (meninggalkan segala bentuk urusan dunia), itu selain berdoa, ia juga senantiasa mendekatkan dirinya kepada Allah demi untuk mendapatkan kebaikan dari-Nya.
Orang yang arif tidak pernah memikirkan pahala dan surga yang akan didapatnya, ia hanya memikirkan tentang keagungan Tuhannya. Sedang orang yang zuhud itu selalu mencari untuk kemaslahatan dirinya sendiri, yaitu pahala dan surga. Jadi, perbedaan antara keduanya itu, jika zuhud tujuannya tidak lain bagaimana caranya ia bisa mendapatkan bidadari. Sedangkan tujuan orang yang arif itu adalah bagaimana caranya agar ia terhindar dari segala bentuk penghalang (tirai).
Tampilkan postingan dengan label zuhud. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zuhud. Tampilkan semua postingan
Selasa, 27 November 2012
Minggu, 25 November 2012
[2] 10. Bangga dengan Kesalahan dan Bersedih dengan Ketaatan
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh sebagian ahli Zuhud berikut ini :
"Barangsiapa yang merasa bangga dengan perbuatan dosanya, maka Allah akan melemparkannya ke dalam neraka dalam keadaan ketakutan. Dan barangsiapa bersedih (khawatir) terhadap ketaatan yang dilakukannya, maka Allah akan memasukannya ke dalam Surga dalam keadaan bahagia."
Ahli Zuhud adalah orang-orang yang mebuang jauh-jauh (tidak mementingkan lagi) segala urusan duniawi. Mereka memanfaatkan dunia hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhannya saja, tidak lebih.
Hadits tersebut di atas menunjukkan bahwa barangsiapa yang merasa bangga dengan berbuat dosa, merasa senang dengan perbuatannya itu meskipun harus menanggung dosanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka, sedang ia dalam keadaan sangat ketakutan. Karena ia seharusnya bersedih dan menyesali perbuatannya itu seraya memohon ampun kepada Allah swt. agar dosanya diampuni.
Dan barangsiapa yang berbuat ketaatan disertai perasaan sedih karena takut kepada Allah karena telah meremehkan apa yang telah diwajibkan-Nya, maka ia akan memasuki surga dengan penuh kebahagiaan. Orang yang seperti ini berarti ia telah melakukan dua kebajikan, yaitu ketaatan itu sendiri dan penyesalannya atas dosa yang telah diperbuatnya.
"Barangsiapa yang merasa bangga dengan perbuatan dosanya, maka Allah akan melemparkannya ke dalam neraka dalam keadaan ketakutan. Dan barangsiapa bersedih (khawatir) terhadap ketaatan yang dilakukannya, maka Allah akan memasukannya ke dalam Surga dalam keadaan bahagia."
Ahli Zuhud adalah orang-orang yang mebuang jauh-jauh (tidak mementingkan lagi) segala urusan duniawi. Mereka memanfaatkan dunia hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhannya saja, tidak lebih.
Hadits tersebut di atas menunjukkan bahwa barangsiapa yang merasa bangga dengan berbuat dosa, merasa senang dengan perbuatannya itu meskipun harus menanggung dosanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam neraka, sedang ia dalam keadaan sangat ketakutan. Karena ia seharusnya bersedih dan menyesali perbuatannya itu seraya memohon ampun kepada Allah swt. agar dosanya diampuni.
Dan barangsiapa yang berbuat ketaatan disertai perasaan sedih karena takut kepada Allah karena telah meremehkan apa yang telah diwajibkan-Nya, maka ia akan memasuki surga dengan penuh kebahagiaan. Orang yang seperti ini berarti ia telah melakukan dua kebajikan, yaitu ketaatan itu sendiri dan penyesalannya atas dosa yang telah diperbuatnya.
Langganan:
Postingan (Atom)