Tampilkan postingan dengan label maksiat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label maksiat. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 November 2012

[2] 12. Dosa yang Ringan dan Dosa yang Berat

Nab Muhammad saw. bersabda :


"Dosa yang ringan janganlah dianggap ringan jika dikerjakan terus-menerus dan dosa yang berat itu jangan dianggap besar bila selalu disertai memohon ampunan (kepada Allah)."

Dosa yang ringan itu akan menjadi besar, jika hatinya tetap berkehendak untuk mengerjakannya terus-menerus, karena niat untuk berbuat maksiat itu pun termasuk dosa yang tersendiri. Dan dosa yang berat itu jangan dianggap besar, jika selalu memohon ampunan kepada Allah swt atas dosa-dosanya itu sendiri. Maksudnya. bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya sesuai dengan syaratnya. Taubat itu dapat menghapuskan dosa, meskipun telah mencapai langit.

Hadits tersebut diatas diriwayatkan oleh Imam Ad Dailani yang bersumber dari Ibnu Abbas dengan susunan kalimat yang akhir daripada kalimat yang awal.

Jumat, 23 November 2012

[2] 9. Memperturutkan Hawa Nafsu dan Takabbur (sombong)

Dari Sufyan Ats-Tsauri ra. berkata :


"Setiap perbuatan maksiat yang muncul akibat dorongan hawa nafsu, itu masih dapat diharapkan ampunannya. Tetapi setiap kedurhakaan yang muncul karena adanya rasa takabbur (sombong), maka jangan diharap ampunannya. Karena kedurhakaan iblis itu timbul dari adanya sifat takabbur, sedangkan kesalahan Adam as. itu adalah karena memperturutkan hawa nafsu."

Sufyan Ats-Tsauri adalah maha guru dari Imam Malik ra. Hadis tersebut  di atas menunjukkan bahwa setiap perbuatan maksiat yang muncul akibat dorongan hawa nafsu, misalnya adanya keinginan untuk melakukan sesuatu, maka hal itu masih dapat diampuni. Sebaliknya, kemaksiatan yang muncul akibat dari rasa takabbur, maka tidak ada harapan lagi untuk dapat diampuni. Karena kemaksiatan yang terjadi dari adanya rasa takabbur itu berawal dari Iblis Laknatullah, ia merasa lebih baik daripada junjungan Nabi kita Adam as. Sedangkan kesalahan junjungan Nabi kita Adam as itu sebagai akibat dari dorongan hawa nafsu untuk merasakan sesuatu, yaitu keinginan untuk merasakan lezatnya buah dari pohon yang dilarang oleh Allah swt.

Selasa, 20 November 2012

[2] 6. Ilmu dan Maksiat

Ali bin Abi Thalib ra. berkata :

"Barangsiapa mencari ilmu, maka surgalah yang dicari dan barangsiapa mencari maksiat, maka nerakalah yang dicari."

Maksudnya, barangsiapa yang sibuk mencari ilmu yang bermanfaat, yaitu pengetahuan-pengetahuan yang harus diketahui orang dewasa, maka pada hakikatnya dia tengah mencari surga dan ridho Allah. Sebaliknya, siapa yang ingin melakukan maksiat, pada hakikatnya dia ingin menuju neraka dan murka Allah.