Tampilkan postingan dengan label abu bakar ash-shiddiq ra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label abu bakar ash-shiddiq ra. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 November 2012
[2] 15. Lisan dan Hati
Diriwayatkan dari Abu Bakar Ash Shiddiq ra mengenai tafsiran ayat berikut ini :
"Telah nampak kerusakan di daratan dan di lautan, akibat perbuatan jahil tangan-tangan manusia sendiri."
Dimana beliau menyatakan :
"Daratan adalah lisan, sedangkan lautan adalah hati. Maka apabila lisan telah rusak, maka manusiapun akan menangisinya. Dan apabila hatinya yang rusak, maka Malaikat yang akan menangisinya."
Rusaknya lisan adalah seperti melaknat (berbicara kotor) dan rusaknya hati adalah seperti menyombongkan diri (pamer).
Dalam sebuah pernyataan diterangkan, bahwa hikmah dari diciptakannya lidah itu tidak lain hanyalah untuk mengingatkan hamba-hamba Allah agar jangan sampai mengucapkan sesuatu kecuali masalah yang penting dan bermanfaat. Dalam pendapat yang lain diterangkan bahwa segala bentuk ucapan dzikir tujuannya tidak lain hanyalah untuk mengingat Allah Yang Maha Esa. Begitu juga dengan hati, ia diciptakan hanya sendirian, sedangkan mata dan telinga diciptakan dalam keadaan berpasangan. Selain daripada itu, ada pula pendapat lain yang mengatakan bahwa kebutuhan pendengaran dan penglihatan itu lebih banyak daripada kebutuhan lisan.
Lautan digambarkan dengan hati, karena sama-sama sangat dalam dan luas.
Minggu, 18 November 2012
[2] 4. Umar dan Abu Bakar ra
Mengutip dari Syekh Abdul Mu'thi As-Samlawi, diriwayatkan dari Umar ra, sesungguhnya Nabi saw bertanya kepada Malaikat Jibril as. :
"Kemukakan kepadaku tentang kebaikan Umar, lalu Jibril menjawab: Andaikata lautan menjadi tintanya dan pohon-pohon menjadi penanya, niscaya aku tidak akan mampu menghitungnya. Lalu Nabi saw bertanya lagi kepadanya: Sekarang, kemukakanlah kebaikan Abu Bakar! Berkata Jibril: Umar adalah salah satu kebaikan dari beberapa kebaikan Abu Bakar."
Dalam hal ini dinyatakan sebagai berikut: "Keluhuran dunia dicapai dengan harta, sedang keluhuran akhirat dicapai dengan amal sholeh."
Urusan dunia tidak akan menjadi kuat dan maslahat melainkan dengan harta, seperti halnya urusan akhirat akan menjadi kuat dan maslahat hanya jika dicapai dengan amal sholeh.
"Kemukakan kepadaku tentang kebaikan Umar, lalu Jibril menjawab: Andaikata lautan menjadi tintanya dan pohon-pohon menjadi penanya, niscaya aku tidak akan mampu menghitungnya. Lalu Nabi saw bertanya lagi kepadanya: Sekarang, kemukakanlah kebaikan Abu Bakar! Berkata Jibril: Umar adalah salah satu kebaikan dari beberapa kebaikan Abu Bakar."
Dalam hal ini dinyatakan sebagai berikut: "Keluhuran dunia dicapai dengan harta, sedang keluhuran akhirat dicapai dengan amal sholeh."
Urusan dunia tidak akan menjadi kuat dan maslahat melainkan dengan harta, seperti halnya urusan akhirat akan menjadi kuat dan maslahat hanya jika dicapai dengan amal sholeh.
Kamis, 15 November 2012
[2] 3. Masuk ke Kubur Tanpa Bekal, Laksana Mengarungi Lautan Tanpa Bahtera
Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. berkata:
Barangsiapa yang masuk ke kubur tanpa membawa bekal, maka seolah-olah ia mengarungi lautan tanpa bahtera."Dia akan tenggelam dan tidak akan selamat, kecuali jika diselamatkan oleh Allah swt. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi saw: "Mayat di alam kuburnya, seperti orang yang tenggelam meminta pertolongan."
Langganan:
Postingan (Atom)